Hoffman terbelalak. "Roderich... Tidak mungkin!" Hoffman marah. "Tapi Nona, pendengaranku masih baik..." kata Mallard. "Baiklah Tuan, terima kasih atas bantuan anda." kata Holmes. Kami lalu kembali ke kereta pergi ke rumah Roderich Edelstein. Hoffman masih terpaku. "Aku.. Aku tidak percaya..." kata Hoffman. "Segalanya bisa terjadi, Nona Hoffman. Selama belum 0%, segalanya masih bisa terjadi." kata Holmes.
Kami lalu sampai di kediaman Edelstein. Saat itu sudah tengah malam. "Aku akan masuk lewat belakang." kata Hoffman. "Tidak." kata Holmes menahan tangan Hoffman. Terjadi kesunyian. Hoffman menatap mata Holmes yang tajam lekat-lekat. "Ayo, kita tidak punya banyak waktu." kata Holmes sambil menarik tangan Hoffman ke depan pintu. Holmes mengetuk pintu itu. Tidak ada jawaban. "Tentu, dia sudah tertidur." kata Holmes. "Tidak. Ia selalu terjaga hingga pagi datang lagi." kata Hoffman. Benar saja, pintu itu terbuka.
"Oh, kalian! Ada apa kali ini?" tanya Edelstein ramah. "Boleh kami masuk?" tanya Holmes. "Baiklah. Silakan masuk." kata Edelstein kemudian. "Jadi, apa yang bisa kubantu?" tanya Edelstein.
"Sebenarnya kami tidak ingin minta tolong. Tapi aku ingin bercerita tentang sesuatu." kata Holmes sambil tersenyum. Semua orang keheranan. "Baiklah." kata Edelstein tersenyum heran.
"Jadi, kau ingin membunuh semua anggota orkestra. Lalu kau mengetahui tentang latar belakang Hoffman. Kau melihat ini sebagai sebuah... Kau tahu, kesempatan. Lalu kau berpikir untuk membunuh konduktor, yaitu Schwesser. Kau menggunakan modus operandi Hoffman, jadi Hoffmanlah yang akan dituduh."
"Benar saja, Hoffman lalu ditangkap. Kau pun kalap dan membunuh Hedervary."
Wajah Gilbert memerah.
"Disini kau melakukan kesalahan. Kau tampaknya tidak tahu kalau Hoffman beraksi sendiri. Begitu mayat Hedervary ditemukan, polisi langsung membebaskan Hoffman. Lalu kami membawakan kertas yang berisi soal aljabar. Kali ini aku yang melakukan kesalahan. Aku tidak melihat kertas itu, dan malah mempercayaimu."
"Mengapa itu salah?" tanya Edelstein.
"Itu artinya aku mempermudahmu melakukan trik psikologi terbalik. Kau mengatakan sifat yang sama sekali berlawanan denganmu."
"Dari kunjungan itu, aku mengetahui satu hal yang pasti,"
"Carriedo dan Bonnefoy sudah mengenalmu sebelumnya. Aku tahu itu karena Bonnefoy kidal. Saat kau bersalaman dengannya, kau mengulurkan tangan kiri. Kalau kalian belum saling kenal, kau akan mengulurkan tangan kananmu. "
"Lalu baru saja malam ini, kau datang ke kediaman Carriedo dan Bonnefoy. Entah apa yang kalian bicarakan, tampaknya seru sekali. Sampai-sampai pemilik flat itu mendengar beberapa kata dari pertengkaran kalian. Tapi dari surat ini," kata Holmes sambil mengambil surat dari Carriedo dan mengacung-acungkannya ke udara, "Aku tahu kalau mereka adalah informanmu."
"Holmes! Apa-apaan kau ini? Semua omong kosongmu itu!" kata Ludwig marah. Memang Carriedo dan Bonnefoy adalah sahabat baik Ludwig.
Tanpa mengindahkan kata-kata Ludwig, Holmes melanjutkan ceritanya. "Carriedo ingin berhenti karena alasan pribadi. Lalu entah mengapa kau membunuh Bonnefoy. Lagi-lagi kau melakukan kesalahan, kau terburu-buru. Kau meletakkan pistol itu di tangan kanannya. Yah, itu adalah segala hal yang kutahu."
Edelstein hanya diam. Namun tatapan matanya tetap tenang. "Tolong katakan semua itu salah.. Tolong, Roderich.." kata Hoffman.
Edelstein tersenyum dan menggeleng. "Yah, apa yang dikatakan tuan ini ada benarnya. Tapi aku akan menambahkan apa yang kalian tidak ketahui."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar