Halaman

Jumat, 21 Desember 2012

The Algebraic Murder - Pt. 12

Aku juga melakukan hal yang sama pada Hēdērvary. Aku lalu mendatangi kawan dekatku, Antonio Carriedo dan Francis Bonnefoy. Kutawari sejumlah bayaran, dan mereka setuju menjadi informan. Aku terkejut, keesokan harinya Hoffman datang bersama Sherlock Holmes. Aku nyaris tidak punya harapan.
Aku lalu mendatangi Carriedo dan Bonnefoy. Aku terkaget melihat Carriedo sudah terbaring dengan pisau menancap di dadanya. "Apa yang terjadi?" tanyaku heran. "Aku tidak tahu, aku datang dan tiba-tiba ia sudah terbaring disini!" kata Bonnefoy linglung. Kami lalu bertengkar. Pikiranku kacau, aku menembak Bonnefoy. Lalu dengan ceroboh aku menaruh pistol itu di tangan kanan Bonnefoy. Lalu aku pulang.
Malam ini, Sherlock Holmes, Hoffman, dan kawan-kawannya datang. Aku sudah pasrah, mereka mungkin sudah tahu apa yang aku lakukan. Ternyata tebakanku benar.
"Roderich... Mengapa kau tidak memberitahuku?" tanya Hoffman. Roderich tersenyum, tiba-tiba ia mengeluarkan pistol dari sabuknya, lalu ia mengarahkannya pada Hoffman dan...
DOR!
Edelstein menembak Hoffman, tetapi Ludwig dengan sigap meloncat di depan Hoffman untuk melindunginya. Tanpa terduga, Gilbert menembak Edelstein di saat yang bersamaan.
Edelstein sudah tak bernyawa dengan bekas peluru di kepalanya, Ludwig mencengkram bahunya yang sedang berdarah, Hoffman terpaku di hadapan Ludwig yang kesakitan, dan Gilbert menjatuhkan senjatanya perlahan.
"Beilschmidt?" tanya Hoffman pada Ludwig. Ludwig mengangguk, manandakan bahwa ia baik-baik saja.
"Penyelamatan yang bagus, Tuan Beilschmidt, keduanya." kata Holmes.
"Tugasku dan Watson sudah selesai. Terima kasih atas bantuan anda semua."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar