Halaman

Rabu, 31 Oktober 2012

In My Pants.. What The Hell Are You Doing There???

Oke, jadi, gue dapet permainan seru dari temen baik gue, namanya Fi. Gue dapet permainan ini dari deviantartnya (hoboacrossthestreet).
Cara mainnya, lo pikirin satu judul lagu dan tambahin "In My Pants" di belakangnya. Ini konyol. Gue udah coba dan ini hasilnya:

Romanian Wind In My Pants -> Wah adem banget dong ya..
I Will Always Love You In My Pants -> Pacaran style baru; di dalem celana.
I Will Be In My Pants -> Okay. Get in.
Discombobulate In My Pants -> Nah lo bingung kagak lu -.-
Stay In My Pants -> Oke. Tetap disini ya, jangan kemana-mana sebelum ada instruksi dari pemadam kebakaran.
One More Night In My Pants -> Boro-boro semalem, dua menit aja paling lu udah pingsan...
Nothing In My Pants -> HAH? Terus lo semacem.. HANTU?

Ini nih paling seru..

Hall Of Fame In My Pants -> Udah. Tobat gue. TOBAT!!!!!

Sabtu, 27 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 4 (English)

I'm home now. I can't stop thinking, I don't know why. "Come on, Holmes is only your bestfriend! You can live without him!" I shouted to myself. But something in me refuses it. Then I fell asleep.
It's morning already when I wake up. "Oh, did I sleep last night?" I said to myself. Then I remember my appointment with Holmes. Then I prepare myself and change my clothes.
The bell rings. I can only stand in front of my door. Mr. and Mrs. Holmes is standing right behind this door. Am I ready?
The bell rings again. Oh, of course I'm ready. I must be. Then I open the door. "Hello, Watson! Seems like I should ring the bell twice, huh?" said Holmes with his sense of humour. Then I see a woman with extremely white skin beside him.
Face it Watson, I think to myself, she is Mrs. Holmes. "So," said Mrs. Holmes, "You are Dr. John Watson? I've heard a lot about you." Then she shake my hand. "Oh yes, Ma'am. Oh get in!" I said.
Then just there, we're just talking about useless things, and Mrs. Holmes only sit there, say nothing. Maybe smile, or laugh once or twice. She don't talk much, I think.
After that, my guest go home. I just sit, right there, staring at the empty air.

Jumat, 26 Oktober 2012

Awas! Bisnis Gelap Like di Facebook!

Sekarang tulisan gue serius dikit ah.

Mengutip dari id.yahoo.com , kalian yang masih suka main facebook jangan suka sembarangan like/comment ya.
Misalnya ada orang gitu (apalagi yang lo gak kenal), dia bilang "Klik gambar ini, berikan like/komentar, dan lihat apa yang terjadi!" Biasanya kayak gitu disertai gambar.

Nah, apa yang akan terjadi? GAK AKAN TERJADI APA-APA. Mau tau kenapa kok disebut bisnis gelap?

Kan pasti banyak orang yang penasaran tuh, jadi banyak yg like atw komentar. Nanti, kalo like/komentarnya udah banyak, halaman itu akan dilelang di internet. Jadi, orang yang memiliki (yang berhasil membeli dari lelangan maksudnya) halaman itu bakal keliatan terkenal gitu.

Sepintas emang keliatan biasa aja. Tapi coba inget-inget deh. Like itu kan fungsinya buat berbagi. So, kalo dijadiin bisnis gini ya namanya penyalahgunaan dong.

Saran gue, kalo itu bener-bener orang yang elo kenal, silakan like. Tapi kalo bukan, sebaiknya jangan.

Kamis, 25 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 3 (English)

  Holmes stare at me and smile. I froze, right there. Then Lestrade and Mrs. Hudson get in to the church, so I get in too.
  Lestrade sits beside me. I still.. Is this a joke? Holmes? He's marrying? Are you kidding? The I see the Priest reading it all. "I do." The bride says. Then the Priest turn to Holmes and wait. Ago there was a tense silence. Holmes looks like cogitate his own decision to marry. Then suddenly he said,

  "I do."

  I can't believe it. It all happened so fast.

  When everybody's out, I still froze there. "Hello, Watson! What are you doing? You close your clinic to come here?" said someone from my back. It's Holmes that I know, messy hair, shabby coat, and emaciated.
  "Oh, it's the groom," I said. Then he smile and sit beside me. "Who is she?" I asked. "Why, you jealous?" he joked. "No, Holmes, I'm serious." I said. "Okay then," Holmes said, "Her name is Rachel Crome, or Rachel Holmes. She is a scientist I met in France. She is... Well, I'm forced to admit, smart, and attractive. We've been communicating for five month. You see mails I got from R. Crome?"

  "But you said she's your friend!" I said. "Well, she is my friend, right?" said Holmes. "Me and my wife will come to your house tomorrow at nine a.m. I got to go, Watson." Holmes said as he walk away.

  And there I am, left speechless in a sadly loneliness.

Rabu, 24 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 2 (English)

I wake up in the morning. "Damn it's 10 a.m. yet!" I shout to myself. Then I wear the best suit I have and I go to the church.
When I arrive, the gate is decorated by flowers. I see Mrs. Hudson and Lestrade. "Mrs. Hudson, who is going to marry?" I asked. "Oh, so you don't know yet?" she asked surprisedly. "Well no, but Holmes tell me to come here." I said. Then Mrs. Hudson nod her head and say, "Just wait and see."
Then the carriage arrives. I see a man and a woman walks, just going to have a new life. I see the bride, she's slim and pretty, then I see the groom, he looks tall, athletic, and handsome. What a perfect couple, I think. But wait.. Looks like I know the groom. I suddenly whisper,

"Holmes?"

Cerita Berantai yang Bikin Mabok #2

(Klo ga ngerti baca dulu Part 1 nya ya~) Terus main itu lagi, tapi sama pak guru ditambahin waktunya jd 60 detik. Udah tu ya, gue nulis:
"Aku benci setiap kali Sherlock menyuntikkan cairan neraka itu. "Hentikan, Holmes, kau harus melupakannya!" kataku. "Kau tidak tahu yang kurasakan, Watson!" jawabnya se" gw sebenernya mo nulis "setiap kali pula." tapi udh abis waktunya dan gw ngancurin punya orang sampe gw bikin ada tulisannya "Lalu Ia pergi ke Cina untuk berobat ke Klinik Tong Fang." ancur kagak tuh. Eh pas balik punya gw, gw nyaris mati gara gara mabok. Gini ceritanya.

"Aku benci setiap kali Sherlock menyuntikkan cairan neraka itu. "Hentikan, Holmes, kau harus melupakannya!" kataku. "Kau tidak tahu yang kurasakan, Watson!" jawabnya selantang mungkin. Ini adalah satu-satunya cara saya untuk menenangkan hati saya. Saya marah dan memukul Sherlock, bahwa ia harus melihat apa yang telah ia lakukan. Akhirnya terjadi pertarungan antara kami, kami sangat kesal satu sama lain. Seakan-akan ada dinding diantara mereka. Namun lama kelamaan dinding itu runtuh, mereka berbaikan dan saling berbicara satu sama lain. Mereka mulai membicarakan aib orang yang mereka benci, dan tak lama kemudian mereka merasa SANGAT BERDOSA!!!"

Nggak perlu gue ceritain kan ngaconya dimana. Malah bikin loro ati.

Saking putus asanya gue, gue pun nambahin;

"...dan tak lama kemudian mereka merasa SANGAT BERDOSA!!! Dan untunglah, Terimakasih Tuhan, CERITA INI TIDAK PERNAH TERJADI. APRIL MOOOOP!!!"

Cerita Berantai yang Bikin Mabok

So, tadi pelajaran bahasa cerita berantai. Gue sekelompok sama Fi, A, Fat, Fad, sama Z. jadi gini cara mainnya:
Lo ambil kertas, lo tulis beberapa kalimat (terserah lo). Lo cuma dikasih waktu 30 detik. Begitu counter bilang "YAK" lo kasih kertas ke orang di belakang lo (yang paling belakang kasih ke paling depan). Terus, lo harus lanjutin cerita itu dalam waktu 30 detik juga. Bayangin aja, baca, mikir, dan nulis dalam 30 detik itu kan membutuhkan otak yang encerr cerrr. Trus kasih ke belakang terus, terus gitu sampe kiamat punya lo balik lagi ke tangan lo sendiri.
ya gitu lah.
Terus kan gue nulis begini nih:
"Setelah kematian Rachel Holmes, Sherlock semakin sering menggunakan kokain. Setiap hari dia suntikkan" blm selesai gw nulis udh maen bilang "YAK" aja tuh. Yaudah, gw pass ke belakang, terus dan terus dan teru~s sampe balik lagi ke gue. Terus gue baca. Maboklah gue. Begini nih ceritanya:

"Setelah kematian Rachel Holmes, Sherlock semakin sering menggunakan kokain. Setiap hari dia suntikkan kokain ke dalam tubuhnya. Dia sangat sedih, karena Rachel sudah tidak ada. Hidupnya makin sedih. Ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Apapun yang ia lakukan semakin hari kesuraman meliputi. Masih diingatnya senyum ramah Rachel. Rachel akhirnya mengungkapkan mengapa ia bisa" sampe di "ia bisa" berhenti, soalnya waktunya abis.
Lo pasti menangkap sesuatu yg ganjil dari cerita tersebut, bukan? Oke, menurut gue ini yang ganjil:
1. Kata-kata sedih diulang-ulang. Tapi ini masih bisa diterima lah.
2. Di awal, gue udah bilang "SETELAH KEMATIAN RACHEL HOLMES" nah di akhir gue menemukan kalimat yang merusak segalanya:
"RACHEL AKHIRNYA MENGUNGKAPKAN MENGAPA IA BISA" ya menurut lo aja sih MASA ORANG MATI BISA NGOMONG??? Oleh karena itu gue nambahin:
"Rachel akhirnya mengungkapkan mengapa ia bisa IDUP LAGI. LO PIKIR RACHEL APAAN BISA MATI BISA IDUP SEMAUNYA? LO KIRA RACHEL LAMPU TIDUR TINGGAL 'TEK' NYALA 'TEK' MATI??? MAMA OH MAMAA~"

Minggu, 21 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 12 (Indonesian)

Kami sudah sampai di rumah Holmes. Kami lalu duduk. "Jadi, Watson," kata Holmes, "Setelah dari rumahmu, aku bertanya pada tetangga-tetanggamu, mengapa mereka tidak mendengar tembakan yang begitu dahsyatnya. Ternyata mereka diberi kabar bahwa daerah ini akan dilanda angin tornado, lalu mereka mengungsi. Saat aku membunyikan bel rumah tetangga sebelahmu, tidak ada jawaban. Ternyata pintunya tidak dikunci."
"Lalu aku masuk. Aku sangat kaget, ruangan itu persis seperti ruang tamu rumahmu, hanya saja sudah ditembaki seperti ceritamu. Bahkan aku menemukan pigura yang kau ceritakan."
"Aku memutuskan untuk pulang dan menyelidiki gelas tehmu. Ada obat tidur di dalamnya. Entah bagaimana pelakunya memasukkannya, tapi aku tahu itu penyebab mengapa kau tertidur sangat lama, dan itu membuat pelaku dan kawan-kawannya; dia memiliki organisasi, Watson; bisa mengangkutmu dari rumahmu ke rumah Robertson. Lalu saat kau ke Scotland Yard, mereka menukar pintumu dengan pintu rumah Robertson. Aku berpikir, kau tidak mungkin meracuni dirimu sendiri. Aku juga tidak meracunimu. Maka satu-satunya orang yang dapat meracunimu adalah Rachel."
"Apalagi baru-baru ini aku mengetahui, Rachel adalah adik dari Kolonel Sebastian Moran. Dia dahulu menikah dengan William Crome, maka namanya menjadi Rachel Crome."
"Dan saat kau menangani Robertson, yang belakangan ini kuketahui adalah pemilik rumah di sebelah rumahmu, Rachel menembakkan revolvermu ke perutnya sendiri. Mungkin sejak kecil dia sudah dilatih militer oleh kakaknya." jelas Holmes.
"Tapi Holmes, ruangan itu sangat mirip dengan ruang tamuku!" kataku. Holmes lalu tertawa pahit dan menitikkan air mata pertama dan mungkin yang terakhir yang aku lihat dalam hidupku dan berkata, "Kalau ada kemauan, pasti ada jalan, Watson."

TAMAT

The Switched House - Pt. 11 (Indonesian)

Aku dan Holmes menengok ke belakang. Dan di belakang kami ada sesosok wanita yang sangat kami kenal.
"Oh, kau, Rachel. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Holmes sambil tersenyum. "DIAM KAU! KELUAR! KELUAR!!! Kalau tidak aku akan membunuhmu!!" teriak Mrs. Holmes pada kami berdua.
Sontak aku terkaget. "Tenang dulu, Rachel," kata Holmes, "Siapa di dalam?" "Bukan urusanmu!" teriaknya lagi. "Pria itu sudah sekarat! Dia akan segera mati!!!" teriak Mrs. Holmes.
"Kalau kau membunuhnya, kau bisa dikenai pasal berlapis, Rachel. Tapi kalau kau mengizinkan temanku, Watson, masuk dan menolongnya, mungkin posisimu tidak akan terlalu buruk." kata Holmes.
Mrs. Holmes berpikir sejenak. Lalu tiba-tiba ia menarik revolver dari tanganku. "Kau," tunjuknya kepadaku, "Masuklah ke sana, bantu pria itu." Lalu aku masuk.
Kulihat pria yang kurus kering dan berwajah pucat duduk di sudut ruangan. "Makanan.. Beri aku makanan.." kata pria itu. Dia sekarat karena kelaparan rupanya, pikirku. Lalu aku memberikan roti yang kusimpan di kantong jasku.
"Siapa namamu?" tanyaku selagi dia makan dengan lahapnya. "Conner," katanya, "Conner Robertson." "Bagaimana keadaannya?" teriak Rachel. "Baik," kataku, "Ia hanya kelaparan." "Syukurlah." kata Mrs. Holmes.
Tiba-tiba aku dengar suara tembakan dari belakang. Aku segera berlari ke pintu. "Kau baik-baik saja, Holmes?" tanyaku. Holmes membisu dan matanya terpaku ke bawah.
"Astaga," kataku. Kulihat Rachel Holmes terbaring di lantai, berlumuran darah. Holmes lalu berlutut di hadapannya.
"Sherlock," kata Mrs. Holmes dengan susah payah, "Kau tahu mengapa aku tidak menembakmu tadi? Sebab aku mencintaimu, itulah kenapa." Setelah menyelesaikan kalimatnya, beliau pergi untuk selama-lamanya.
"Holmes.." kataku. "Kau tahu, Watson?" kata Holmes berusaha tegar, "Mari kita lupakan kalau dia pernah ada. Sekarang mari kita ke rumahku, aku tahu kau butuh penjelasan."

Sabtu, 20 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 9 (Indonesian)

Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi ketika aku bangun dan bersiap untuk menemui Holmes. Tapi, di saat yang sama aku mendapat banyak pasien.
Saat jam 9, aku memutuskan untuk menutup klinikku sebentar untuk menemui Holmes. Aku melihat seorang kakek tua di depan pintu.
"Oh, maaf Pak, saya harus tutup sebentar. Mungkin jam 11 siang anda bisa datang lagi kemari." kataku. Kakek tua itu tidak beranjak. Aku memutuskan untuk tidak menghiraukannya.
"Sungguh? Apakah aku sehebat itu?" terdengar suara yang sangat familiar bagiku. Aku menengok ke depan pintu. Kakek tua itu sudah hilang, bersamaan dengan datangnya tamu istimewaku, Holmes.
"Baik, baiklah, aku kalah," kataku sambil tertawa kecil, "Ayo masuk." Lalu kami berdua masuk.
"Yah, Watson," kata Holmes, "Aku hampir saja tertembak kemarin. Tembakan itu melintas tepat di samping telinga kiriku. Tapi lupakan itu, kini aku tahu apa yang terjadi. Siapkan revolvermu, Watson, kita akan berkunjung ke rumah tetangga."

The Switched House Pt.10 (Indonesian)

Aku agak bingung dengan kata-kata Holmes. Tapi ya sudahlah, aku toh tetap membawa revolverku.
Kami lalu keluar rumah dan berjalan ke rumah di sebelah rumahku. "Holmes, apakah ini legal?" tanyaku. "Kuharap begitu, Watson." kata Holmes. Lalu dia mendobrak pintu rumah itu.
BRAAK!!!
Aku kaget. "Holmes.. Ini ruangan tempat aku ditembaki!" kataku. Ruangan itu berantakan dan penuh bekas tembakan. "Ya, sama persis dengan ruang tamu rumahmu, bukan? Tapi mari kita lihat ke atas." kata Holmes.
Kami lalu naik ke lantai 2. Ada sebuah kamar. Kami akan membukanya ketika terdengar bunyi pelatuk ditarik dan seseorang berkata,

"Kau lebih baik tak
melakukannya, Sherlock..."

Jumat, 19 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 1 (English)

A cloudy day when I hear the door bell rings. "Mary, open the door!" I said. But I realize, Mary's gone. So there's the bell ring again. I open the door.
I see a tall man, who's familiar for me. "Oh you, Holmes! How are you doing? Get in!" I said. "Well I'm doing great, Watson. You should see yourself, you look skinny. How much did you lose, 2 kilos?" Holmes asked while he sit in my living room.
I smiled. God why he's always right? "Let me guess; a case?" I asked. "Hm, no, but I.. Never mind." Holmes said. "What? You what, Holmes? Just tell me." I said.
Holmes take a long breath. "If you're convinience, come to the church tomorrow at 11 a.m." Holmes said. "What is it, Holmes?" I asked. "Just.. Just come, okay? It won't harm you." Holmes said.
"Okay, I'll come." I said. "Oh great!" Holmes said, "If you can, come earlier." Holmes said while he walk out my door.

TGIF!!! 19 Oktober 2012

Oke sperti biasa gw n kawan" lari pagi, dan ga tau knp gw lbh capek. Trs skip skip dan di kls gw nyanyi 'Stay' pake lirik nyan nyan. Pas mo OR, masa si naufal ma gian tidur hadep"an gt weh. Ew.
Trs kan OR trs skip skip skip masa fanfic gw diintip tanpa ijin sama org yg ga bertanggung jwb. Ya kesel gw. Buka di blog kek, pake internet bayar, dipikir bikin cerita itu ga ada seninya apa?
Trs sejarah kan si Fio gambar Michaelangelo-nya Kura-kura Ninja tapi mukanya forever alone.. Kocak bgt sumpah.
Trs kan gw di blkgnya Ersal, trs tiba" GABRUK si Ersal jatoh. Nangis doi. Berdarah woi.. Trs kan doi dilarikan ke UKS, abis gt sekelas jadi CSI, nyelidikin jatohnya Ersal..
Trs kan keputrian, ngehias kue dan jdnya bgs sih, cuman bgitu dimakan 1 jam kemudian lu koit dah gara" diabetes!! Itu tu ad coklat, permen, gula, permennya ad beberapa macem pulak.
Trs kan solat trs ekskul KIR daan ancur 2 eksperimen ga ad yg berhasil... Okay dat's my random Friday!

The Switched House - Pt. 8 (Indonesian)

Aku berjalan menuju rumah Holmes. "Oh kau, Watson!" kata Mrs. Hudson riang saat aku sampai di 221B Baker Street. "Holmes ada di atas." katanya. Lalu aku naik. Aku mengetuk pintunya. "Masuk." kata seseorang dari dalam.
"Watson!" kata Holmes saat aku masuk. Aku tercengang. Rapi sekali, pikirku. "Oh ya, Rachel yang merapikannya." kata Holmes sambil tertawa.
"Apakah dia ada disini?" tanyaku. "Tidak. Ada apa?" tanya Holmes balik. "Ada kasus." kataku. "Aku mendengarkan," kata Holmes sambil menyulut cerutunya.
Lalu aku mulai bercerita dari saat Holmes dan istrinya pulang hingga saat Lestrade meninggalkan rumahku.
"Wah, wah," kata Holmes, "Kasus yang menarik. Mari kita ke rumahmu". katanya lagi. Kami pun berjalan ke rumahku.
Saat sudah sampai di rumahku, Holmes langsung memeriksa keadaan rumahku. Lalu dia melihat ke bak cucian.
"Kau belum mencucinya, Watson?" tanyanya sambil mengangkat bekas gelas teh yang kusediakan saat Holmes dan istrinya berkunjung.
"Belum. Ada apa?" tanyaku. "Aku akan membawanya ke laboratorium. Bolehkah aku?" tanya Holmes.
"Tentu, apapun untuk penyelidikan." kataku. "Terima kasih, Watson. Temui aku besok pagi." kata Holmes sambil keluar dari rumahku.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 7

"A.. Apa?" Tanyaku masih tidak percaya. "Watson, tolong jangan main-main denganku." kata Lestrade. "Ta.. Tapi.. Pintunya.." kataku terbata-bata. "Aku tidak tahu, Watson," kata Lestrade, "Tapi kasus ini akan kukerjakan nanti. Sampai jumpa, kawan." kata Lestrade.
"Bagus," pikirku, "'dikerjakan nanti' biasanya berarti 'tidak akan dikerjakan.'" Aku lalu masuk ke dalam rumahku. Aku tercengang. Benar yang dikatakan Lestrade, semuanya masih sangat, sangat rapi.
Aku lalu menghampiri laciku dan mencari pigura yang dengan izin Tuhan telah menyelamatkanku. Aku terkaget. Pigura itu hilang!
"Kalau Lestrade tidak mau menyelidikinya," gumamku, "Hanya ada satu orang yang mau."

Support Terbuka Untuk Ariq :)

Oh hi there. Hai juga Ariq. Welcome to my blog. Mungkin blog gw ga terlalu bagus, aah skip skip.
Aku baru aja denger tentang UHBT math kamu. Dan, gue turut menyesal. Gw gabisa blg gw ngerti perasaan lo karena itu boong, tapi at least gw tau rasanya dpt nilai jelek pdhl lo udh berusaha. Rasanya sakit bgt weh. Sebagai cewe yg kecowo-cowoan, it's ok klo lo nangis gr-gr ini. Karena yaa emg sakit bgt, gw tau.
Menurut gw kejadian itu ya termasuk unforced error (klo yg suka main tenis atw minimal suka nonton pertandingan tenis pasti tau), kesalahan yg nggak perlu yg pastinya bisa dihindari.
Ya disini gw mo blg lo emg salah, lo salah buletin. Tapi apa yg udh berlalu baiknya ga usah disesalin, lbh baik kedepannya diperbaikin aja.
Mungkin ini cara Tuhan untuk menguji atw menegur kamu. Yg menurut manusia bgs blm tentu baik di mata Tuhan. So cheer up, and fight back!

Sincerely your ex-classmate,

Lia

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 6

Pagi harinya aku langsung melapor ke Scotland Yard. "Ada apa, Watson?" sapa Lestrade, yang kutemui di pintu masuk. Aku lalu menceritakan semuanya. Lestrade dan aku langsung meluncur ke TKP.
Lestrade meloncat dari kereta. Lalu Ia melihat pintu depanku yang berlubang dihantam peluru. "Wah, wah," kata Lestrade, "Sepertinya ini serius." Lalu kami masuk.
"Watson, kau pasti bercanda." kata Lestrade dengan nada agak kesal. "Yah, aku tidak bercanda, berantakan sekali, bukan?" kataku. Lalu Lestrade melihat kepadaku dan berkata,

"Semuanya masih rapi tak bercela!!"

Minggu, 07 Oktober 2012

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 5

Sudahlah. Aku mulai lelah. Aku pun tertidur. Untuk waktu yang lama, kurasa. Saat aku terbangun, aku menengok ke jam dinding yang tua, yang tertempel di dinding yang sudah lusuh pula. Oh, tengah malam, pikirku.
Aku membaca koran. Benar saja, berita pernikahan Sherlock Holmes sudah tersebar kemana-mana. Daily Post, Telegraph, penuh dengan berita mengejutkan ini.
Aku terdiam sesaat, memikirkan ejekan Holmes pada wanita. "Karma," gumamku sambil tersenyum. Lalu aku membersihkan segala perabotanku.
Tidak terasa satu jam sudah aku membersihkan rumah. Bel rumahku berbunyi. Aku mendiamkannya, biasanya itu adalah anak jalanan yang iseng.
Bel berbunyi lagi. Dan lagi. Dan lagi. "Apa yang kau inginkan, bocah gila!" teriakku sambil menuju pintu dan membawa sebuah pigura di depan dadaku.
DUAR! Suara pistol meletus terdengar saat aku berdiri tepat di depan pintu rumahku. Aku lalu memeriksa tubuhku. Ya Tuhan, untung saja aku membawa pigura ini! Kalau tidak, peluru dari letusan tersebut akan bersarang tepat di jantungku.
Saat aku berusaha mengeluarkan peluru dari pigura, rumahku tiba-tiba digempur tembakan. Aku bersembunyi di bawah meja. Kira-kira selama 5 menit, suasana mencekam itu menggerogoti batinku.
Lalu terjadi kesunyian yang menakutkan. Aku bangkit, mengambil revolver kesayanganku dari dalam laci meja kerjaku. Lalu aku mendekati pintu dengan perlahan. Hatiku berpacu. Lalu aku membukanya dan langsung mengacungkan pistol.
Tidak ada siapa-siapa. Tetangga pun masih terlelap. Saat aku hendak menutupnya kembali, aku menemukan secarik kertas di lantai terasku.

DOR!
Letusan selanjutnya akan terjadi pada Sherlock!

"Apa.." gumamku, "Apa-apaan???"

Quotes of The Week

Halo! Gue sebelumnya mo minta maaf nih soal fanfic yg gue buat, pasti ada yg gak suka. Ya sekali-kali kek kita bikin fanfic yang ngagetin..
Oke jadi kan kmaren gue udh janji mo nulis tentang hari senin dan selasa yaa, nah waktunya kepepet nih, gue rangkum dalam quotes aja ya..

"Lemah." -Athif
"'Lo tau dari mana?' 'Dari Dia. *nunjuk ke atas*' 'Siapa?' 'ALLAH.' *mati*" -Percakapan absurd antara Gian dan Athif
"Saya bukan guru PPKn..." -Bu Nina
"Semua manusia pada akhirnya pasti akan mager." -Lia
"Bereskan!" -Pak Ukim
"WHAT THE FFFFFFFF...." -Waktu dipanggil ujian KJ

Cerita dibalik quotes-nya minggu depan ya.. Gue lagi sibuk nulis fanfic soalnya :)

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 4

Aku sudah sampai di rumah. Pikiranku berkecamuk, entah kenapa. "Ayolah, Holmes hanyalah sahabatmu! Kau bisa hidup tanpa dia!" teriak akal sehatku. Namun hatiku tak mau menurut.
Tak terasa, matahari sudah terbit kembali. "Oh, apakah aku tidur semalam?" gumamku pada diriku sendiri. Aku pun teringat akan Holmes. Dia akan datang pagi ini, pikirku. Lalu aku bersiap dan mengenakan jas terbaikku.
Bel berbunyi. Oh, segalanya berjalan begitu cepat, pikirku. Aku terdiam. Mr. dan Mrs. Holmes berdiri tepat di balik kayu setebal 3 sentimeter ini. Apakah aku siap?
Bel kembali berbunyi. Oh, tentu saja aku siap. Aku harus siap. Aku membukakan pintu. "Hallo, Watson! Belakangan ini aku harus membunyikan bel 2 kali, bukan?" sapa Holmes dengan selera humornya. Di sebelahnya berdiri seorang wanita cantik dan berkulit putih, tanda orang yang bekerja dalam ruangan.
Ya, hadapi itu Watson, dialah Rachel Holmes, pikirku lagi-lagi. "Jadi andalah John Watson? Saya sering mendengar tentang anda." kata Mrs. Holmes dengan sopan. "Ya, terima kasih. Oh, silakan masuk!" kataku.
"Wah, sepertinya London bertambah sehat bukan, Watson? Kulihat praktekmu sepi." kata Holmes. "Oh ya, senang mendengarnya." kataku. "Yah, aku tahu kau pasti mempertanyakan keputusan krusialku untuk menikah," kata Holmes,
"Aku sadar, wanita tidaklah buruk. Mereka baik, jika kau memperlakukan mereka dengan baik pula." kata Holmes. "Oh, begitu rupanya." kataku. "Aku merasa kesal saat kau menikah, jadi kupikir ini pembalasan!" kata Holmes sambil tertawa kecil. Mrs. Holmes tersenyum. Wanita ini tidak banyak bicara, pikirku.
Setelah bincang-bincang yang tidak penting, tamuku keluar. Sepertinya aku harus mencoba obat antidepresan Holmes, pikirku, Kokain.

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 3

Holmes menengok ke arahku dan tersenyum. Aku mematung. Lalu kami masuk ke dalam gereja.
Lestrade duduk di sebelahku. Aku bingung. Apakah ini lelucon? Aku menyaksikan sang pendeta membacakan semuanya. Si mempelai wanita berkata, "Aku bersumpah."
Lalu pandangan si pendeta beralih kepada Holmes. Holmes terdiam. Terjadi keheningan yang mencekam. Akhirnya Holmes angkat bicara;

"Aku bersumpah."
Aku tak percaya. Semuanya berlalu terlalu cepat. "Perlukah aku tampar pipimu?" tanya Lestrade. "Tentu." jawabku yang masih dalam kehampaan psikologis yang membingungkan.
PLAAK!! "Ah!" kataku pelan. "Berarti kau masih waras, Teman." gurau Lestrade.
Saat semua orang keluar, aku masih membeku di dalam gereja. "Hallo, Watson! Apa yang kau lakukan di sini? Tidak ada praktek, huh?" kata seseorang. Orang itu Holmes yang kukenal, rambut berantakan, jas lusuh, dan tubuh kurus kering. Bukan yang kulihat 90 menit yang lalu.
"Oh, ternyata si mempelai pria." kataku sambil tersenyum dan menepuk bahu Holmes. Holmes meringis dan duduk di sampingku.
"Siapa wanita itu?" tanyaku spontan. "Kau cemburu?" gurau Holmes. "Holmes, aku serius." kataku. "Baiklah kalau begitu," kata Holmes.
"Namanya Rachel Crome. Atau Rachel Holmes mulai sekarang. Dia seorang ilmuwan yang kutemui di Prancis. Dia wanita yang, yah, terpaksa kuakui, sangat pintar, berbakat, dan menarik. Sejak 5 bulan yang lalu kami mulai berkomunikasi. Kau lihat banyak surat dari R. Crome bukan?" kata Holmes.
"Oh, tapi katamu dia ilmuwan kenalanmu!" kataku. " Lho, dia memang ilmuwan kenalanku kan?" tanya Holmes penuh kemenangan.
"Tapi pekerjaanmu penuh bahaya, Holmes! Kau bisa saja meninggal dalam penyelidikan!" kataku. "Begitu pula pekerjaannya. Jujur saja, kami telah membuat kesepakatan tentang kematian kami. Konyol, bukan?" kata Holmes sambil tertawa.
"Oh, maaf Watson, aku harus pulang. Aku dan istriku akan mengunjungimu besok pagi, jam 9." kata Holmes.
Tinggal aku, dan kesunyian yang membisu.

Pernikahan Sherlock Holmes Pt. 2

Pada Kamis pagi aku terbangun. "Oh sial, sudah jam 10!!" hardikku pada diriku sendiri. Aku menyiapkan jas terbaik yang biasanya kupakai untuk pergi ke gereja.
Aku sudah sampai di depan gereja ketika kulihat keributan wartawan di depan sebuah gerbang yang berhiaskan bunga mawar. Sepertinya ada yang menikah, pikirku.
Lalu aku lihat Lestrade dan Mrs. Hudson. "Oh, Watson!" kata Mrs. Hudson senang saat aku datang. "Siapa yang menikah, Mrs. Hudson?" tanyaku. "Ah, kau akan tahu sendiri!" jawabnya dengan senyuman misterius.
Tak lama kemudian datanglah kereta yang membawa pasangan yang berbahagia ini. Saat mereka turun dari kereta, aku melihat wanita yang cantik; sangat cantik dengan tubuhnya yang ramping dan tinggi semampai.
Lalu aku melihat si pria. Tinggi, berhidung mancung, dan berwajah tampan. Pasangan yang ideal, pikirku. Tapi tunggu, rasanya aku mengenali si mempelai pria. Lalu aku spontan membelalakkan mataku dan berteriak,

"Holmes?"

Jumat, 05 Oktober 2012

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 1

Siang yang agak berawan ketika bel rumahku berbunyi. "Mary, tolong bukakan pintunya!" kataku. Tiada jawaban. Aku pun teringat. Mary sudah pergi.
Lamunanku buyar ketika terdengar bel berbunyi untuk kedua kalinya. Aku pun tersadar dari lamunanku. Aku membuka pintunya, dan terlihat lelaki jangkung di hadapanku.
"Holmes!" kataku senang. "Mari, silakan masuk!" kedatangan Holmes merupakan obat yang mujarab untuk kesepianku.
"Halo, Watson," katanya sambil tersenyum penuh arti, "Kau harus perhatikan asupan gizimu, berat badanmu turun 2 kilogram!" kata Holmes.
Ah, deduksi yang kurindukan, pikirku. "Omong-omong.." kata Holmes menimbang-nimbang. "Aku.... Ah tidak." katanya. "Kau apa, Holmes?" tanyaku penasaran. "Datanglah ke gereja hari Kamis pukul sebelas siang." katanya.
"Ada apa, Holmes?" tanyaku. "Sudahlah, pokoknya datang saja, ya? Tidak akan memberikan keburukan bagimu." kata Holmes. "Baiklah, aku akan datang." kataku.
"Bagus!" kata Holmes lebih ceria. "Kalau bisa datanglah lebih awal." katanya lagi. Aku mengangguk dan membiarkannya keluar sendiri lewat pintu depan.

TGIF!! 5 Oktober 2012

Pada hari yang random ini, gue kesiangan. Yap, kesiangan. Gue pun buru-buru daan untung aja nyampe sekolah belom bel. So there we go lari pagi. Terus pas udh deket sekolah kita ketemu Pak AR lagi lari juga. Pak AR cuma blg "Assalamualaikum!!!" terus kita lari lagi. Pak AR? Oh, beliau naik ojek.
Then, ada presentasi dari tim saman yg taun kemaren ke Polandia (taun kemaren bukan ya?). Terus skip skip, sampe pelajaran olahraga. Kita baru selesai absen daaaan ujan. Itu kan kayak *piip* banget tau gak. Mending gerimis, ini kenceng bgt weh ujannya. Terus gw ma Nisriena gangnam sambil ujan-ujanan, terus skip skip skip skip... Udah. Jum'at ini gak gitu random, senen ma selasa yang random. Postingannya menyusul yo.