"A.. Apa?" tanyaku tak percaya. "Mycroft tidak memberitahukan pada kami tentang itu." kata Holmes, dengan suara tenang yang menurutku tak manusiawi dalam saat seperti ini.
"Itu adalah masalah pemerintahan yang sangat dalam; seorang anggota kepemerintahan yang juga seorang psikopat adalah aib yang sangat besar bagi Jerman. Jika anda ingin mulai sekarang," kata Ludwig mempersilakan Holmes memulai menceritakan kasus.
"... Begitulah." kata Holmes mengakhiri kisahnya yang lebih terdengar seperti kuliah dari seorang profesor.
"Begitu. Yah, hari sudah mulai malam, Mr. Holmes, sudah waktunya anda beristirahat. Selamat malam." kata Gilbert. Lalu aku dan Holmes mengangkat topi dan keluar dari rumah itu.
Di perjalanan, kami terdiam. "Aku heran," kataku memecah keheningan, "Bagaimana Schwesser bisa jatuh cinta pada seorang psikopat?" Holmes terdiam. "Cinta itu buta, Watson. Ia baru akan melihat ketika cintanya berkhianat." kata Holmes sambil menerawang ke luar jendela, mungkin ke Pemakaman Umum London, tempat arwah istrinya bersemayam.
Ketika sampai di hotel, kami disambut oleh seorang wanita bergaun rumahan berwarna ungu dengan korset longgar.
"Viviana Hoffman?"
Wanita itu tersenyum. "Senang bertemu anda kembali, Miss Hoffman. Bagaimana polisi membebaskan anda?" tanya Holmes.
Hoffman tersenyum dan menjawab, "Ceritanya panjang. Tapi kepolisian Jerman sudah menunggu anda sekarang. Mereka menemukan mayat lagi."
-------------------------------------
Ola! Baru sadar kalo namanya Francis itu Bonnefoy, bukan Bonnevoy.. Forgive me T^T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar