Halaman

Kamis, 15 November 2012

The Algebraic Murder - Pt. 3

Aku melangkah ke kamar Ludwig. Ia sedang berdiam, duduk disana. "Ludwig," kataku, "Ada sebuah telegram untuk kita, pengirimnya adalah..." kataku sambil membaca telegram itu, "...Mycroft Holmes. Kau mengenalnya?"
Ludwig lalu mengangkat alisnya dan menerima telegram itu. "Ya, Mycroft Holmes," katanya menelusuri, "Seorang teman dari pemerintahan Inggris. Dia sudah banyak membantu Kirkland dan aku. Sudah saatnya aku membalas budi." lalu Ia membaca telegram itu keras-keras,

Kepada Yang Terhormat
Beilschmidt Bersaudara
Adikku, Sherlock Holmes, dan asistennya, Dr. John Watson, akan datang padamu untuk menyelesaikan suatu kasus. Mungkin ia akan tiba sore hari. Ia akan membutuhkan bantuanmu dan kawan-kawanmu. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
-Mycroft Holmes

"Hah! Dia adalah kakak dari Sherlock Holmes, detektif terkenal itu?" tanyaku takjub.
"Ya, dan sekarang sudah sore, mungkin kita akan minum teh bersama mereka. Aku harus menyiapkan hidangan minum teh." kata Ludwig sambil beranjak ke dapur.
"Perlukah aku mengajak Carriedo dan Bonnevoy?" tanyaku. Mereka adalah pria-pria hebat yang dapat diandalkan.
Ludwig terdiam. "Akan sangat membantu." katanya kemudian.
-:::::::::::-
Aku dan Holmes tiba di Stasiun Berlin Hauptbahnhof pada pukul 4 sore. "Watson, sekarang kita akan ke penginapan. Setelah itu kita akan singgah ke alamat ini. Mycroft berkata mereka bisa dipercaya." kata Holmes sambil menyerahkan secarik kertas kepadaku.

18A Verdamont Street, Berlin
Beilschmidt Bersaudara
-::::::::::-
Aku bosan, perapian sudah menyala. Cerutu sudah di depan mata. Ah, tinggal koran yang belum, pikirku.
Aku lalu membaca berita utama. Aku terkejut.

TERJADI PEMBUNUHAN
SEORANG KONDUKTOR ORKESTRA TERKENAL DITEMUKAN TIDAK BERNYAWA
SI PEMBUNUH ALJABAR BERAKSI LAGI

Aku lalu teringat tiga tahun yang lalu. Seorang wanita psikopat yang brutal namun berpendidikan tinggi membunuh tiga orang pria berkekuatan dua kali dirinya. Karena kepercayadiriannya, atau lebih tepat jika dikatakan, kecongkakannya, meninggalkan petunjuk berupa soal aljabar. Polisi berhasil menemukannya. Memoriku tentang nama sang pelaku hampir terpanggil ketika seseorang membunyikan bel pintu rumah.
"Sebentar," kataku sambil berjalan menuju pintu. Aku lalu membuka pintunya. "Dengan Mr. Beilschmidt?" tanya seorang pria berpostur tinggi kekar dan berwajah tirus dengan rambut hitam yang acak-acakan.
"Gilbert Beilschmidt. Dan anda..?" tanyaku. "Sherlock Holmes. Dan ini kawan saya, Dr. John Watson." kata Holmes sambil memperkenalkan pria pirang yang berpostur lebih pendek namun sama kekarnya.
"Mr. Sherlock Holmes!" kataku sambil menyalami tangan yang diluar dugaanku, sangat berotot. "Bagaimana perjalanan anda? Oh, silakan masuk!" sambutku hangat.
"Sangat menyenangkan, Mr. Beilschmidt, terima kasih." jawab si pria pirang.
-:::::::::::-
Kami masuk ke dalam rumah itu. Holmes melihat-lihat koran yang tergeletak di meja ruang tamu. Ia memang bisa berbahasa Jerman selancar bahasa Inggrisnya.
"Wah, wah.." kata Holmes, "sepertinya kasus ini sudah menyebar kemana-mana, Watson."
Lalu datanglah pria berambut pirang membawakan sebuah nampan berisikan jamuan minum teh.
"Ludwig, ini tamu kita, Sherlock Holmes dan Dr. John Watson." kata Gilbert kepada pria itu.
"Oh Mr. Holmes, kakak anda meminta bantuan kami. Beliau sudah banyak membantu saya. Kini giliran saya yang membalasnya." kata Ludwig.
"Baiklah, jadi..." kata Gilbert terputus oleh suara bel pintu. Lalu Ia membukakan pintu itu. Terlihat dua pria tinggi, yang satu pirang dan yang satu berambut hitam. Si rambut hitam terlihat jelas hispanik.
"Perkenalkan, ini adalah Antonio Carriedo, Spanyol, dan ini adalah Francis Bonnevoy, Prancis. Ini Sherlock Holmes dan asistennya Dr. John Watson." kata Gilbert. Kami lalu saling menyalami satu sama lain.
"Jadi, coba ceritakan kasus itu pada kami." kata Ludwig. "Mycroft berkata saya bisa mempercayai Beilschmidt bersaudara. Tiada orang lain yang disebutkan." kata Holmes menusuk. Aku merasa tidak enak. Harusnya kau tinggalkan kebiasaan berbicaramu itu jauh-jauh di London, Holmes, pikirku.
"Ah, kau bisa percaya pada kami, dan kalau kami berkata kalian bisa percaya pada Carriedo dan Bonnevoy, kalian bisa percaya kepada kami." kata Ludwig sambil tersenyum.
Lalu Holmes menarik napas dalam dan bercerita.
"Mycroft meminta bantuanku untuk memecahkan kasus Miss Viviana Hoffman, jadi.." kata Holmes terputus karena melihat reaksi para pendengar.
"Coba ulang lagi nama wanita itu!" kata Gilbert terkaget. "Viviana Hoffman. Ada apa?" kata Holmes.
Semua orang terperanjat.
"Kau lihat koran ini? Aku yakin kau sudah membaca judul berita utamanya bukan?" tanya Gilbert. Holmes mengangguk. Gilbert lalu mengambil napas dalam lalu berkata,

"Kau benar, Kawan, Viviana Hoffman adalah Si Pembunuh Aljabar."
-------------------------------------
Halo! Oh iya mau ngasih tau aja nih, kalo ada tanda ini -::::::- itu artinya pergantian sudut pandang. Ada dua sudut pandang; Gilbert dan Watson. Mm ini si Gilbert, Ludwig, Carriedo, ama Bonnevoy itu karakter Hetalia. Gue panggil Gilbert dan Ludwig, bukannya Beilschmidt, ya itu, karena mereka sama-sama Beilschmidt. Oh iya. BTW kalo kalian penggemar berat Jerman pasti kalian tau deh. Ada sesuatu yang salah dengan Stasiun Berlin. Okay I admit it; Stasiun itu baru dibangun tahun 2006. Abis gimana, gak ada stasiun lain yang muncul di Google T^T Okay reviews are veeeerryyy pleased! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar