Kami sudah sampai di rumah Holmes. Kami lalu duduk. "Jadi, Watson," kata Holmes, "Setelah dari rumahmu, aku bertanya pada tetangga-tetanggamu, mengapa mereka tidak mendengar tembakan yang begitu dahsyatnya. Ternyata mereka diberi kabar bahwa daerah ini akan dilanda angin tornado, lalu mereka mengungsi. Saat aku membunyikan bel rumah tetangga sebelahmu, tidak ada jawaban. Ternyata pintunya tidak dikunci."
"Lalu aku masuk. Aku sangat kaget, ruangan itu persis seperti ruang tamu rumahmu, hanya saja sudah ditembaki seperti ceritamu. Bahkan aku menemukan pigura yang kau ceritakan."
"Aku memutuskan untuk pulang dan menyelidiki gelas tehmu. Ada obat tidur di dalamnya. Entah bagaimana pelakunya memasukkannya, tapi aku tahu itu penyebab mengapa kau tertidur sangat lama, dan itu membuat pelaku dan kawan-kawannya; dia memiliki organisasi, Watson; bisa mengangkutmu dari rumahmu ke rumah Robertson. Lalu saat kau ke Scotland Yard, mereka menukar pintumu dengan pintu rumah Robertson. Aku berpikir, kau tidak mungkin meracuni dirimu sendiri. Aku juga tidak meracunimu. Maka satu-satunya orang yang dapat meracunimu adalah Rachel."
"Apalagi baru-baru ini aku mengetahui, Rachel adalah adik dari Kolonel Sebastian Moran. Dia dahulu menikah dengan William Crome, maka namanya menjadi Rachel Crome."
"Dan saat kau menangani Robertson, yang belakangan ini kuketahui adalah pemilik rumah di sebelah rumahmu, Rachel menembakkan revolvermu ke perutnya sendiri. Mungkin sejak kecil dia sudah dilatih militer oleh kakaknya." jelas Holmes.
"Tapi Holmes, ruangan itu sangat mirip dengan ruang tamuku!" kataku. Holmes lalu tertawa pahit dan menitikkan air mata pertama dan mungkin yang terakhir yang aku lihat dalam hidupku dan berkata, "Kalau ada kemauan, pasti ada jalan, Watson."
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar