Siang yang agak berawan ketika bel rumahku berbunyi. "Mary, tolong bukakan pintunya!" kataku. Tiada jawaban. Aku pun teringat. Mary sudah pergi.
Lamunanku buyar ketika terdengar bel berbunyi untuk kedua kalinya. Aku pun tersadar dari lamunanku. Aku membuka pintunya, dan terlihat lelaki jangkung di hadapanku.
"Holmes!" kataku senang. "Mari, silakan masuk!" kedatangan Holmes merupakan obat yang mujarab untuk kesepianku.
"Halo, Watson," katanya sambil tersenyum penuh arti, "Kau harus perhatikan asupan gizimu, berat badanmu turun 2 kilogram!" kata Holmes.
Ah, deduksi yang kurindukan, pikirku. "Omong-omong.." kata Holmes menimbang-nimbang. "Aku.... Ah tidak." katanya. "Kau apa, Holmes?" tanyaku penasaran. "Datanglah ke gereja hari Kamis pukul sebelas siang." katanya.
"Ada apa, Holmes?" tanyaku. "Sudahlah, pokoknya datang saja, ya? Tidak akan memberikan keburukan bagimu." kata Holmes. "Baiklah, aku akan datang." kataku.
"Bagus!" kata Holmes lebih ceria. "Kalau bisa datanglah lebih awal." katanya lagi. Aku mengangguk dan membiarkannya keluar sendiri lewat pintu depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar