Halaman

Minggu, 07 Oktober 2012

Pernikahan Sherlock Holmes - Pt. 5

Sudahlah. Aku mulai lelah. Aku pun tertidur. Untuk waktu yang lama, kurasa. Saat aku terbangun, aku menengok ke jam dinding yang tua, yang tertempel di dinding yang sudah lusuh pula. Oh, tengah malam, pikirku.
Aku membaca koran. Benar saja, berita pernikahan Sherlock Holmes sudah tersebar kemana-mana. Daily Post, Telegraph, penuh dengan berita mengejutkan ini.
Aku terdiam sesaat, memikirkan ejekan Holmes pada wanita. "Karma," gumamku sambil tersenyum. Lalu aku membersihkan segala perabotanku.
Tidak terasa satu jam sudah aku membersihkan rumah. Bel rumahku berbunyi. Aku mendiamkannya, biasanya itu adalah anak jalanan yang iseng.
Bel berbunyi lagi. Dan lagi. Dan lagi. "Apa yang kau inginkan, bocah gila!" teriakku sambil menuju pintu dan membawa sebuah pigura di depan dadaku.
DUAR! Suara pistol meletus terdengar saat aku berdiri tepat di depan pintu rumahku. Aku lalu memeriksa tubuhku. Ya Tuhan, untung saja aku membawa pigura ini! Kalau tidak, peluru dari letusan tersebut akan bersarang tepat di jantungku.
Saat aku berusaha mengeluarkan peluru dari pigura, rumahku tiba-tiba digempur tembakan. Aku bersembunyi di bawah meja. Kira-kira selama 5 menit, suasana mencekam itu menggerogoti batinku.
Lalu terjadi kesunyian yang menakutkan. Aku bangkit, mengambil revolver kesayanganku dari dalam laci meja kerjaku. Lalu aku mendekati pintu dengan perlahan. Hatiku berpacu. Lalu aku membukanya dan langsung mengacungkan pistol.
Tidak ada siapa-siapa. Tetangga pun masih terlelap. Saat aku hendak menutupnya kembali, aku menemukan secarik kertas di lantai terasku.

DOR!
Letusan selanjutnya akan terjadi pada Sherlock!

"Apa.." gumamku, "Apa-apaan???"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar