Halaman

Minggu, 21 Oktober 2012

The Switched House - Pt. 11 (Indonesian)

Aku dan Holmes menengok ke belakang. Dan di belakang kami ada sesosok wanita yang sangat kami kenal.
"Oh, kau, Rachel. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Holmes sambil tersenyum. "DIAM KAU! KELUAR! KELUAR!!! Kalau tidak aku akan membunuhmu!!" teriak Mrs. Holmes pada kami berdua.
Sontak aku terkaget. "Tenang dulu, Rachel," kata Holmes, "Siapa di dalam?" "Bukan urusanmu!" teriaknya lagi. "Pria itu sudah sekarat! Dia akan segera mati!!!" teriak Mrs. Holmes.
"Kalau kau membunuhnya, kau bisa dikenai pasal berlapis, Rachel. Tapi kalau kau mengizinkan temanku, Watson, masuk dan menolongnya, mungkin posisimu tidak akan terlalu buruk." kata Holmes.
Mrs. Holmes berpikir sejenak. Lalu tiba-tiba ia menarik revolver dari tanganku. "Kau," tunjuknya kepadaku, "Masuklah ke sana, bantu pria itu." Lalu aku masuk.
Kulihat pria yang kurus kering dan berwajah pucat duduk di sudut ruangan. "Makanan.. Beri aku makanan.." kata pria itu. Dia sekarat karena kelaparan rupanya, pikirku. Lalu aku memberikan roti yang kusimpan di kantong jasku.
"Siapa namamu?" tanyaku selagi dia makan dengan lahapnya. "Conner," katanya, "Conner Robertson." "Bagaimana keadaannya?" teriak Rachel. "Baik," kataku, "Ia hanya kelaparan." "Syukurlah." kata Mrs. Holmes.
Tiba-tiba aku dengar suara tembakan dari belakang. Aku segera berlari ke pintu. "Kau baik-baik saja, Holmes?" tanyaku. Holmes membisu dan matanya terpaku ke bawah.
"Astaga," kataku. Kulihat Rachel Holmes terbaring di lantai, berlumuran darah. Holmes lalu berlutut di hadapannya.
"Sherlock," kata Mrs. Holmes dengan susah payah, "Kau tahu mengapa aku tidak menembakmu tadi? Sebab aku mencintaimu, itulah kenapa." Setelah menyelesaikan kalimatnya, beliau pergi untuk selama-lamanya.
"Holmes.." kataku. "Kau tahu, Watson?" kata Holmes berusaha tegar, "Mari kita lupakan kalau dia pernah ada. Sekarang mari kita ke rumahku, aku tahu kau butuh penjelasan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar