"Apa?!" teriak Shinichi tak percaya. Ia lalu membaca surat itu.
Kepada
Shinichi Kudo
Kudo, saya tahu kamu kira ini lelucon. Tapi sungguh, akulah Sherlock Holmes, dan aku butuh bantuanmu. Aku tidak mengirim lewat e-mail, SMS, ataupun telpon, karena semuanya bisa disadap. Orang yang memberikan surat ini padamu adalah pesuruhku, Billy. Ia sudah bekerja padaku sejak lama sekali, jadi ia dapat dipercaya.
Soal misi kita, terlalu berbahaya bila kujelaskan disini. Datanglah pukul 14:00 ke 221B Baker Street.
Sherlock Holmes
P.S.:
Bawa pacarmu, dia mungkin berguna.
Muka Shinichi memerah ketika Holmes menyebut Ran 'pacarnya'. Shinichi langsung berkemas dan mengajak Ran. "Kita mau kemana?" tanya Ran. "Ra-ha-si-a!" kata Shinichi menirukan gaya Ran.
__________________________
Tiga orang pria muda; dua tinggi kurus dan satu agak gemuk; berjalan dalam kepadatan lalu lintas pejalan kaki di London. Mereka lalu masuk ke dalam sebuah gudang kosong.
"Semua sudah beres?" tanya seorang pria yang duduk di dalam gudang itu sambil merokok. Ia adalah atasan mereka bertiga.
"Ya. Aku sudah mendapatkan sedikit dari kekayaan kita." kata si pria kurus tinggi berambut hitam sambil menyerahkan sebuah kantong kecil kepada atasannya. Atasannya pun mengangguk-angguk.
"Aku berhasil mendapatkan peta menuju sumber kekayaan kita." kata si pria gemuk sambil menyerahkan secarik kertas. Atasannya pun mengangguk-angguk.
"Aku berhasil membunuh Aurelia Vespucci." kata si pria tinggi kurus berambut perak panjang. Atasannya pun mengangguk-angguk lagi.
"Bagus! Hilangkan semua bukti, besok kita menuju Kota Eldorado. Mengerti?" kata si atasan bersemangat.
Ketiga pria itu mengangguk.
"Baik, Profesor."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar